Pulau Madura-part 1

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Halo teman-teman kembali lagi dengan saya jamila Disini saya akan bercerita tentang  Pulau kelahiran saya pulau di mana saya tumbuh dan besar dan pulau saya mengenyam pendidikan dari sd hingga sma juga pulau saya bermain bersenang-senang yaitu pulau Madura ya meski Madura juga termasuk dalam kawasan  administratif  Provinsi Jawa Timur sebenarnya Madura jauh berbeda dengan pulau Jawa loh  cara kami bersosial cara kami berbahasa hingga makanan juga berbeda apabila kawan-kawan hanya tahu Madura adalah Jamet mungkin kawan-kawan tidak tahu apa itu Madura yang sebenarnya maka dari itu saya disini sebagai perantara suku Madura ingin membuka sedikit wawasan kalian tentang apa sih itu Madura

Di lepas pantai timur laut Jawa, Madura adalah pulau Indonesia. Wilayah dengan luas sekitar 4.078,67 km2 menempati pulau itu. Madura merupakan bagian administratif dari Jawa Timur. Selat sempit Madura membelahnya dari Jawa. Kepadatan wilayah yang dikuasai adalah 702 jiwa per km2, sedangkan di pulau itu sendiri lebih tinggi yaitu 817 / km2.



Sejarah

Pada tahun 1624, Sultan Agung Mataram menaklukkan Madura dan pemerintahan pulau itu dibawa ke bawah kekuasaan Cakraningrat, satu garis pangeran. Keluarga Cakraningrat menentang kekuasaan Jawa Tengah dan seringkali menaklukkan sebagian besar Mataram.Setelah Perang Suksesi Jawa Pertama antara Amangkurat III dan pamannya, Pangeran Puger, Belanda menang menguasai setengah bagian timur Madura pada tahun 1705. Pengakuan Belanda atas Puger dipengaruhi oleh penguasa Madura Barat,Cakraningrat II yang dianggap mendukung klaim Puger dengan harapan perang baru di Jawa Tengah akan memberikan Orang Madura punya kesempatan untuk ikut campur. Namun, saat Amangkurat ditangkap dan diasingkan ke Ceylon, Puger mengambil gelar Pakubuwono I dan menandatangani perjanjian dengan Belanda yang memberi mereka Madura Timur. Para Cakraningrat setuju untuk membantu Belanda menumpas pemberontakan 1740 di Jawa Tengah setelah pembantaian Cina pada 1740. Dalam sebuah Perjanjian 1743 dengan Belanda, Pakubuwono I menyerahkan kedaulatan penuh Madura kepada Belanda, yang diperebutkan oleh Cakraningrat IV. Cakraningrat melarikan diri ke Banjarmasin, berlindung dengan Inggris, dirampok dan dikhianati oleh sultan, dan ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Tanjung Harapan. Belanda melanjutkan administrasi Madura Dalam 1 divisistratif empat negara bagian masing-masing dengan bupati mereka sendiri. Pulau itu awalnya penting sebagai sumber pasukan kolonial dan pada paruh kedua abad kesembilan belas menjadi sumber garam utama Wilayah yang dikuasai Belanda di Nusantara.

 

Geografi



Topografi pulau Madura relatif datar dan tidak ada perbedaan ketinggian yang signifikan, yang menjadikan Madura sebagai tanah tandus. Secara geologis, Madura merupakan bagian dari pegunungan kapur utara Jawa. Bukit kapur di Madura lebih rendah, lebih kasar, danlebih bulat dari perbukitan di utara jawa.

 

Demografi

Madura berpenduduk sekitar 3,65 juta jiwa yang sebagian besar beretnis Madura. Bahasa utama Madura adalah Bahasa Madura, salah satu rumpun bahasa Austronesia, yang juga digunakan di bagian timur Jawa dan di banyak dari 66 bahasa. pulau-pulau terpencil. Suku Madura merupakan salah satu etnis terbesar di Indonesia yang berjumlah sekitar 7 juta jiwa. Mereka berasal dari pulau Madura serta pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Sapudi, Raas, dan Kepulauan Kangean. Apalagi banyak orang Madura hidup di bagian timur Jawa Timur, biasa disebut dengan "Tapal Kuda", dari Pasuruan ke utara Banyuwangi. Orang Madura ditemukan di Situbondo dan Bondowoso, dan sebelah timur Probolinggo, Jember, dan beberapa paling banyak yang berbahasa Jawa, termasuk Utara Surabaya, serta sebagian Malang. Madura memiliki mayoritas Muslim Sunni dan minoritas Syiah yang besar. Namun, sejak tahun 2012, perselisihan antaragama meningkat menjadi kekerasan, dengan banyak desa Syiah di sekitar kota Sampang diserang dan penduduk mengungsi dari rumahnya pusat pengungsi pemerintah. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan telah memberikan rincian tentang serangan semacam itu pada 2013.

 

Divisi administrasi


Pulau Madura adalah bagian dari Provinsi Jawa Timur dan terbagi menjadi empat kabupaten, terbentang dari barat ke timur. Di mulai dari barat pulau Madura ada kabupaten bangkalan berbatasan langsung dengan selat Madura terdapat juga jembatan suramadu yang menghubungkat bangkalan di pulau maduran dan Surabaya di pulau jawa. Di sebelah barat kabupaten Bangkalan terdapat Kabupaten Sampang kabupaten yang berjulukan kota bahari ini menghubungkan Kabupaten Bangkalan dengan Kabupaten Pamekasan di kabupaten ini memiliki bahasa Madura yang relatif kaku bahkan dengan logat bahasa Madura paling kaku di Madura pusat pemerintahan Kabupaten Sampang terdapat di bagian selatan Pulau Madura   di bagian selatan Pulau Madura masih dalam kawasan Kabupaten Sampang terdapat Pulau Kangean di timur Sampang ada Kabupaten Pamekasan Terdapat di bagian timur pulau Madura ini  juga dijuluki sebagai Kota Gerbang Salam dengan perekonomian dan pertumbuhan tingkat SDM yang baik membuat  Kabupaten Pamekasan digadang-gadang akan menjadi Kotamadya selanjutnya  kabupaten ke-4  yaitu Kabupaten Sumenep adalah Kabupaten paling ujung timur pulau Madura Sumenep kabupaten diujung pulau Madura ini dikenal sebagai bali nya pulau Madura dengan sejarah keratin dan candi maupun pantai pantainya yang indah  sebut aja seperti Pantai Lombang Gili labak Gili Genting dan pantai Sembilan. Wilayah kabupaten Sumenep terbagi menjadi dua yaitu pulau utama yang berada di Pulau Madura dan kepulauan Sumenep

 

Wah tidak terasa sudah panjang kali lebar saya bercerita teman teman sebenanya masih banyak hal yang ingin saya ceritakan tentang Madura tapi karena isi sudah malah kita lanjut besok aja ya teman teman.

Besok saya akan bercerta  kembali tentang Madura dlog selanjutnya yaitu Madura island part 2 stay tune ya temen temen… saya jamila pamit undur diri wassalamalaikum warahmatullahi wabarakatuh 





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliner Sampang