Pulau Madura Part 2

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi semua sesuai janji saya kemarin dalam melanjutkan tentang lho Pulau Madura pagi ini ini saya Jamilah akan melanjutkan kita saya yang kemarin ya. Kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang sosial budayaMakanan dan tokoh tokoh di Madura

 

Budaya


Budaya pulau Madura bisa kita ketahui pulau Madura mayoritas dihuni oleh suku Madura budaya kami cukup banyak mulai dari karapan sapi hingga tari-tarian tradisional seperti tari Melati 1 or tari selamat datang dan lain sebagainya kita mulai dari baju adat kami baju adat kami disebut baju adat ckami bernama pesak untuk yang laki-laki  terdiri dari udang yang ditaruh di kepala baju merah putih merah putih yang ditutupi dengan baju besar berwarna hitam polos dan celana hitam berwarna hitam polos biasanya ditambahkan sabuk berwarna hijau ya seperti karakter tukang sate di film-film hehehe dan  untuk yang perempuan  dinamakan baju Marlena  baju dengan kebaya berwarna merah dan bawahan sarung khas Madura. baju adat kami juga sebagai ciri khas baju adat provinsi Jawa Timur loh senjata adat Kami adalah celurit sebuah pisau melengkung seperti bulan sabit. 

 

 

 

Karapan Sapi adalah ciri khas Apa sih itu kerapan sapi,  karapan sapi merupakan istilah untuk menyebut perlombaan pacuan sapi yang berasal dari pulau Madura pada perlombaan ini sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu atau tempat joki berdiri mengendalikan sepasang sapi tersebut dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan pasangan sapi lain trek pacuan sapinya biasanya sekitar 100 meter dan lomba pacuan dapat berlangsung sekitar 10 detik sampai 1 menit beberapa kota di Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Agustus dan September setiap tahunnya sejarah dan awal mula kerapan sapi awalnya awal mula kerapan sapi dilatarbelakangi oleh tanah Madura yang kurang subur untuk lahan pertanian sebagai gantinya orang orang Madura mengalihkan mata pencaharian mereka sebagai nelayan untuk daerah pesisir dan beternak sapi yang sekaligus digunakan untuk bertani khusus dalam membajak sawah atau ladang suatu ketika K4 baidhawy selaku lama Sumenep yaitu pangeranku tandur yang memperkenalkan cara bercocok tanam dengan menggunakan sepasang bambu yang dikenal dengan masyarakat Madura sebagai nanggala atau salaga yang ditarik dengan 2 ekor sapi awalnya diadakannya Karapan Sapi adalah untuk memperoleh sapi sapi yang kuat untuk membajak sawah gagasan ini kemudian menimbulkan adanya tradisi karapan sapi karapan sapi segera menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya khususnya setelah menjelang musim panen habis karapan sapi didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi musik saronen

 

Alat musik khas Madura alat musik khas Madura adalah serunen alat musik tiup tradisional ini terbuat dari kayu jati berbentuk kerucut dengan panjang kira-kira 40 cm hampir sama seperti suling Bagian untuk meniupnya itu terbuat dari daun Aren diantara daun aren dan besi terdapat sebuah sayap yang terbuat dari tempurung kelapa sayap ini berbentuk kumis sehingga orang yang memainkan saronen terlihat seperti memiliki kumis alat musik ini dimainkan pada saat ada acara adat seperti arak-arakan dan karapan sapi selain juga dimainkan untuk mengiringi acara acara tertentu seperti lomba karapan sapi lomba kecantikan sapi betina atau bisa disebut lomba sapi sonok.  alat musik saronen biasanya dimainkan secara berkelompok yang masing-masing orang memegang alat musik lainnya ada 9 alat musik yaitu saronen Gong besar Kempul kenong besar Kenong tengahan Kenong kecil gendang besar dan gendang kecil.

                 Waaahh Tidak terasa teman-teman saya bercerita sudah sangat Panjang Bagaimana kalau kita lanjut besok lagi Besok saya akan bercerita tentang tokoh Madura yaitu Pangeran Trunojoyo Ya udah begini saja ya teman-teman saya pamit undur diri Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliner Sampang